Lucid Dream

By TIANDARINIE - September 09, 2012

Pagi ini saya bangun dengan perasaan segar bugar. Ibarat iklan Sugar Honey Honey yang identik dengan suka ria, begitulah suasana hati saya. Padahal tidak ada yang spesial, ini hari seperti kemarin. Rutinitas pagi hingga malam tetap monoton tanpa aksentuasi berlebih. Bosan, jangan tanya lagi. But hey this is my life and I'll live it very well.

Ah ya mungkin karena setiap menjelang terpejam, saya punya satu ritual khusus yang bisa kalian coba buktikan sendiri: dengarkan suara orang terkasih. Tak harus pacar (oke, apalah arti seorang pacar jika
euforiaromansa hanya bertahan dalam hitungan bulan bahkan minggu). Bisa jadi, keluarga atau sahabat. Coba bercengkrama dan bertukar kabar. Mungkin kedengaran basi tapi percayalah ini ampuh. Banyak hal yang bisa saja terjadi setelah mata terpejam dan tubuh memasuki masa trance. Apa yang kita rasakan dan pikirkan sebelum tidur biasanya berkuasa untuk merekonstruksi alam bawah sadar menjadi mimpi. Dan hey, lebih dari tiga kali saya mengalami ini. Saat gelisah, mimpi saya berwujud mozaik-mozaik imaji yang serampangan tanpa alur. Ketika bahagia dan excited, biasanya mimpi bercerita tentang hal yang absurd, surealis namun menghangatkan. Seringnya tentang kamu sih :)

Well paling tidak, meski sedang sangat jauh terpisah ribual mil dengan orang-orang tersayang, saya bisa memetakan mereka dalam mimpi. Meski tidak diijinkan merengkuh, paling tidak saya yakin mereka pun sedang merindukan saya. Kamu percaya telepati dan intuisi? Saya, iya. Selamat tidur, mari bermimpi!

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar