Sretan rođendan 21th Chyntia

By TIANDARINIE - September 28, 2012

Selamat berduapuluh delapan yang kesekian kalinya, Che. Lekaslah bangun dari mimpi kanak-kanakmu, sudah saatnya mendewasa meski masih terbungkus selongsong wujud belia. Semoga semakin tebal imanmu, kuat hatimu dan bulat tekadmu. Selamat menghirup oksigen berdosis melankoli lagi.  


Pagi ini saya terbangun dengan kepala pening bukan main. Sekitar berputar hilang rotasi dalam sekelebat kedip. Hal pertama yang saya lakukan adalah melirik ponsel. Dan ini hari Jumat. Ajaib, Tuhan masih mengijinkan jasad saya bernyawa hingga detik ini. Meskipun ada perasaan kosong karena ternyata orang-orang terdekat tak ada yang mengingat. Semuanya lenyap ditelan kesibukan masing-masing. Tuhan rupanya ingin menyentil saya ‘sedikit’. Biasanya saya yang terlalu tidak perduli dengan hal-hal melankoli seperti ini, sekarang giliran saya yang tidak dipedulikan.

Hari berjalan seperti biasanya, social media sengaja saya jauhi sepanjang hari. Apalah artinya ucapan bila hanya sekedar ikut hore-hore linimasa? Sebenarnya saya memilih rangkaian doa dalam hening daripada kucuran ucapan yang dihamburkan ke udara. Maka jadilah saya hanya rebah-rebah-manja selama jam kerja di markas, merem melek pasrah dibuai kantuk. Beberapa pesan singkat kemudian masuk memborbardir tab mention dan BBM. Kata-kata ‘selamat’ datang silih berganti. Bahagia sih, tapi ah ini kan cuma euphoria. Yang sepantasnya adalah bukan terbuai senang, hadapi dengan tenang sisa usia yang semakin tidak renggang.

Agak sore, saya ada janji bertemu Bundo Athya. Maka saya pun menuju tempat yang sudah dijanjikan: kafe di sebuah Mall yang seringnya menjadi titik-temu-remaja-agak-gede-duduk-haha-hihi-sepulang-sekolah yang kita sebut saja Double Dipps. Hari ini kuduga agak biasa saja, berjalan normal tanpa selebrasi. Tapi memang dugaan punya hobi yang unik: tidak sepakat dengan realita. Kejutan semesta selalu tak terduga. Entah bagaimana harus menggambarkannya dengan kata-kata. Yang jelas 28 Septembernya indah. Terimakasih semua yang tidak sempat saya sebutkan satu-satu dalam postingan ini. Tenang, doaku selalu menyertai kalian.



  • Share:

You Might Also Like

0 komentar