Happy International Women's Day

By TIANDARINIE - Maret 09, 2016

Hari ini, pas buka Facebook ada tulisan "Happy International Women's Day". Beralih ke Twitter, ada rame-rame juga ucapan serupa yang umumnya dishoutout oleh akun resmi merek dagang tertentu. Karena sayanya sekarang lagi dalam masa hiatus (baca: pengangguran), ga megang akun apapun jadinya ga begitu pusing, ga harus upload grafis atau susun konten tertentu untuk dipublish. Saya malah mikir hal lain: Dalam setahun, ada berapa perayaan bertemakan perempuan di dunia yah?

Setelah browsing, ada banyak hari yang berhubungan dengan kita-kita ini. Di Indonesia ada Hari Korps Wanita Angkatan Laut (5 Januari), Hari Kartini (21 April), Hari Ibu dan Hari Korps Wanita Angkatan Darat (22 Desember). Kalo di luar negeri, ada Hari Bahasa Ibu (21 Februari), Hari International Woman Club (27 Maret) dan Hari Ibu yang dirayakan di pekan ke dua tiap bulan Mei. Menurut situs ini, Hari Ibu justru jatuh di tanggal 8 Mei 2016.

Hari Perempuan Internasional sendiri baru diresmikan PBB tahun 1975-an, meski sejumlah negara sudah mulai merayakan dari tahun 1913. Harus nunggu sekitar 62 tahun, baru International Women's Day diakui. Kalo kalian, nunggu berapa tahun sampai diakui di KUA? *halah*

Isu yang berkembang di perayaan Hari Perempuan Internasional, seputar perjuangan perempuan dalam memperoleh haknya. Saya ga akan ulas di sini sih, bisa baca-baca selengkapnya di sini atau di sini (via Telegraph). Dua situs tersebut sudah cukup informatif membahas Hari Perempuan Internasional, dijelasin tentang sejarah dan gimana sih cara  negara-negara di dunia merayakannya. Misalnya, di Aussie ada fun run, di Nottingham ada career fest khusus untuk perempuan,  trus di Hongkong ada gala lunch. Kalo di Jakarta ada "Festival Tubuhku Otoritasku" semacam manifesto otoritas tubuh perempuan yang digelar dalam bentuk diskusi, pertunjukan musik dan pemutaran video.

Tapi yang cukup menarik adalah perayaaan Hari Perempuan Internasional di Ontario: "A Girls Can Fly". Itu semacam free flight experience untuk semua perempuan. Boleh ajak anak, cucu, tetangga, anaknya gebetan, anaknya mantan *lha* pokoknya siapapun perempuan yang tertarik dengan dunia penerbangan. Trus kenapa ini menarik? Karena salah satu bucket list saya tuh, naik pesawat duduk di kursi dipangku pilot. Trus waktu masih belia juga pernah didoktrin Ayah "Jangan mau pacaran sama yang bisa bawa mobil doang, harus bisa bawa pesawat juga, biar hebat". Entah, Ayah saya kenapa rulenya seperti itu. Padahal dia aja belum pernah naik pesawat. Semacam mestakung, kok ya dapetnya kekasih yang aviation geek. Oke juga sih, jadi nanti kalo misalnya mau ke arisan buibu bisa dianter naik pesawat pribadi, ga perlu telat kejebak macet. Muahaha.

Kembali ke topik, senang rasanya melihat ada banyak acara keren yang menandakan harinya para perempuan. Kalo jaman dulu, perempuan melakukan aksi mogok kerja untuk menuntut hak, sekarang lebih ke aktualisasi diri, how we develop our own capabilities and stand up for our right. Saya sih belum pernah berpartisipasi dalam movement apapun di hari perempuan, cuma baca-baca website dan nonton videonya Google Doodle yang dibuat oleh Lydia Nichols, Helene Leroux & Liat Ben-Rafael. Kalian bisa cek di sini. Video tersebut merekam harapan 337 perempuan di 13 kota seluruh dunia yang dimulai dengan kata "One Day I Will". Mulai dari San Fransisco sampai Tokyo,  ada yang pengen jadi balerina, top model, memberi suaranya untuk tuna wicara, jadi pelukis, fotografer, aktris film laga, bikin sekolah gratis, dan macam-macam deh. Uniknya, ada perempuan yang pengen cari angka lanjutan simbol π. It's out of the box and sounds cool.

94zdjwmte6-y8fh0faxuxuqfsb8xg-large
picture from here
 

 
That's it. The power of imagination without boundaries. How about me? Ah, the common one.

"One day I Will, be a great mom, wife & daughter"


------
Note:  postingan kemarin, baru sempat post hari ini

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar