Demi Sang Buah Hati, Jangan Jadi "Sandwich Generation"

By TIANDARINIE - Maret 12, 2018

sandwich2

Mendengar kata sandwich, pasti langsung terbayang visual roti tumpuk berlapis sayuran, keju, saos dan daging. Hmm nikmat sekali ya? Tapi tahu kah kalian moms, dalam istilah finansial, kata sandwich justru bermakna lain lho! Nah, dalam acara "Saturday Brunch With Manulife Community Club" bersama Female Radio di Harlequin Bistro Kemang, membahas tuntas perihal Sandwich Generation dan efeknya dalam hidup kita.

Di sesi pertama, Ibu Novita Rumngangun (Director & Chief Marketing Officer Manulife) menjelaskan tentang "Sandwich Generation". Apatuh? Sandwich Generation adalah sebutan bagi generasi berusia 30 s/d 40 tahunan yang sudah menikah, punya anak yang masih butuh biaya hidup dan pendidikan. Namun pada saat yang bersamaan mereka juga harus membiayai orang tuanya yang sudah sepuh dan tak lagi punya penghasilan.

Kenapa disebut Sandwich Generation? Karena mereka seolah memiliki beban ganda: dibawah harus membiayai anak-anaknya sendiri; diatas juga harus menanggung biaya orang tua atau adik-adiknya, lantaran tidak ada perencanaan keuangan yg matang

Ada yang sedang berada di posisi ini? Ternyata inilah yang menjadi salah satu penyebab gagalnya kita dalam mengelola keuangan. So, kita harus memutus rantai Sandwich Generation. Trus harus gimana? Kan kita punya tanggung jawab terhadap orang tua?

Jika sudah terlanjur menjadi bagian dari generasi Sandwich, berarti harus bekerja dan berdoa lebih rajin biar rejekinya makin lancar. Harus jadi orang tua yang mampu menyiapkan dana pendidikan untuk anak, investasi plus dana pensiun untuk diri sendiri. Biar nantinya ga membebani anak. Si kecil tuh bukan celengan lho Moms, bukan juga instrumen investasi. Jangan dididik dan dibesarkan dengan harapan kelak akan jadi pundi-pundi rupiah yang bisa kita raup begitu saja. Justru tanggung jawab kita adalah memberikan yang terbaik untuknya, tanpa berharap kembali. Seperti lagu Kasih Ibu~ Kepada Beta~ Tak Terhingga sepanjang Masa~

SANDWICH
Sesi kedua ada Pak Ahmad Gozhali, finansial expert (yang lebih suka dipanggil "Gozh") membeberkan cara untuk perencanaan keuangan. Salah satunya adalah menghitung biaya pendidikan anak menggunakan rumus 2-4-6-8. Karena ada musuh utama tak berwujud yang namanya inflasi, maka biaya pendidikan akan terus menanjak naik dan ga turun-turun.

Misalnya sekarang anak masih 0 tahun, dan biaya masuk SD sekarang 30 juta, maka biaya masuk SD anak kita kelak 2x lipat yaitu 60 juta. Masuk SMP 4x lipat yaitu 120 juta. Masuk SMA 6x lipat, trus kuliahnya 8x lipat. Pusing ga tuh, Moms? Saya juga! Kalo kata Dilan "Ini berat, kamu ga akan kuat!" Makanya harus mengerahkan the power of emak-emak in a right way nih biar #JadiAndalan dan segala macam dana pendidikan plus dana pensiun bisa disiapkan mumpung masih muda. Kalo pusing mengatur keuangan, jangan khawatir sebab tim Manulife siap sedia membantu dan betah diajak curhat berlama-lama lho moms. So, siapkah kita untuk mempersiapkan yang terbaik demi masa depan sang buah hati?

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar