Cara Praktis Makan Buah Zaman Now

By TIANDARINIE - Oktober 05, 2019

Hai Moms...

Siapa nih yang anaknya mulai MPASI? Atau mungkin Moms sudah lewat masa-masa MPASI dan berencana mempersiapkan anak ke-dua? Meskipun sudah pernah melewati masa-masa MPASI penuh tantangan sekaligus drama, tapi aku selalu semangat belajar tentang MPASI karena menjadi ortu kan tanggung jawab seumur hidup. Nah kali ini aku akan sharing seputar MPASI dan beberapa fakta yang aku dapatkan saat diundang oleh Milna untuk hadir ke event “Cara Mudah Makan Buah” bagi Ibu-ibu zaman now.





Nah sebelum mulai membahas tentang makan buah, aku mau share sedikit perihal MPASI yang aku dapatkan dari booklet IDAI 2018. Makanan pendamping ASI adalah makanan atau minuman tambahan yang mengandung zat gizi yang diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 untuk memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI. Pada umumnya, setelah usia 6 bulan kebutuhan zat gizi bayi baik zat gizi makro maupun zat gizi mikro tidak dapat terpenuhi hanya oleh ASI.




Pada booklet tersebut tertulis bahwa usia 6 bulan kebutuhan nutrisi anak tidak bisa terpenuhi hanya dengan ASI, karena sudah semakin banyak. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat akan mulai MPASI adalah:

  • Berikan makanan tepat waktu dan usia (jangan kurang dari 6 bulan karena enzim pencernaannya belum siap menerima selain ASI) 
  • MPASI yang diberikan harus adekuat, memenuhi kebutuhan energi, protein dan mikronutrien anak
  • Proses persiapan MPASI harus menggunakan cara, bahan dan alat yang aman serta higienis
  • Berikan secara responsif yang artinya harus konsisten namun tetap memperhatikan sinyal lapar dan kenyang dari si kecil


Berikut adalah beberapa rekomendasi MPASI dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia yaitu:

  • Dalam pembuatan tim campur, beras dapat diganti kentang atau macaroni. Lauk dapat digunakan ayam, hati, ikan, telur, daging, tempe, tahu, kacang hijau, kacang merah. Sayur dapat menggunakan bayam, labu kuning, wortel, kangkung. 
  • Pemberian telur dapat dicoba kuningnya dahulu. Apabila ada gejala alergi, telur jangan diberikan dulu, ditunda sampai anak usia 1 tahun
  • Pada usia 9 bulan jenis buah yang boleh diberikan: pisang, jeruk, alpukat, apel, mangga harum manis, papaya, melon.
  • Jangan ditambahkan penyedap rasa misalnya vetsin
Pada prinsipnya makanan tambahan untuk bayi atau yang biasa dikenal sebagai makanan pendamping ASI (MPASI) adalah makanan yang kaya zat gizi, mudah dicerna, mudah disajikan, mudah menyimpannya, higienis dan harganya terjangkau. Makanan tambahan pada bayi dapat berupa campuran dari beberapa bahan makanan dalam perbandingan tertentu agar diperoleh suatu produk dengan nilai gizi yang tinggi. 

Selain sumber makanan pokok berupa karbohidrat, serat dan protein, kita juga harus memberikan makanan selingan berupa buah yang kaya akan manfaat. Kebetulan si kecil memang suka banget makan buah, bahkan melebihi kesukaannya terhadap nasi putih. Di satu sisi aku bersyukur karena itu artinya asupan vitamin dan mineralnya cukup aman. Tapi di sisi lain, seiring bertambahnya usia dan ia pun mulai mengerti rasa, semakin aktif, kadang buahnya dijadiin mainan. Setelah disajikan malah diacak-acak dan dicemong-cemongin ke pipi. MasyaAllah nak :))) ibu kudu elus-elus dada sambil menahan emosi.

Anyway jujur saja aku dulu semasa lajang, bukan tipikal orang yang wajib banget konsumsi buah tiap hari. Apalagi dari kecil juga tidak diawajibkan makan buah, melainkan sayur. Kalo ada buah ya dimakan, kalo engga ada buah yaa biasa-biasa aja. Tapi semenjak hamil dan jadi ibu serta mendapatkan paparan informasi tentang manfaat buah, setiap hari di rumah harus ada buah. 

Makanya sejak si kecil masuk fase MPASI aku juga mulai memperkenalkan buah yang dilumatkan dan disaring. Dilansir dari UNICEF, bahwa setelah usia 6 bulan bayi sudah boleh diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI seperti karbo, protein, lemak, buah dan sayuran. Sudah menjadi rahasia umum bahwa buah mengandung banyak manfaat bagi tubuh, baik untuk orang dewasa maupun anak kecil. Khususnya untuk beberapa buah di bawah ini, sangat cocok dikonsumsi oleh si kecil.

Apel
Rasa apel yang manis tentu disukai si kecil. Selain itu, buah ini juga merupakan buah yang lunak. Ini bisa meminimalisasi risiko intoleransi pada bayi. Di usia dini, apel sangat cocok karena anak-anak membutuhkan serat bagi sistem pencernaan mereka, dan apel kaya akan nutrisi ini. Ketika pola makan berubah, sistem pencernaan bayi juga akan rentan terkena sakit perut atau sembelit. Itulah kenapa mereka butuh ekstra serat. Selain itu, apel kaya akan kalsium, potassium, zat besi, dan vitamin A, B, C, dan E. Apel juga mengandung gula yang memberikan energi.

Pir
Pir mirip dengan apel. Buah ini mengandung mineral seperti potasium, magnesium, dan kalsium yang tinggi. Selain itu, pir memberikan energi ekstra, dengan karbohidrat yang bisa dicerna perlahan. Mengandung vitamin C, pir memperkuat kekebalan tubuh bayi. Asam folat dan antioksidan alami juga terkandung dalam pir. Itulah kenapa, buah ini baik bagi bayi.

Pisang
Walaupun aman, buang terlebih dahulu serat yang ada pada daging buah pisang. Bentuk sederhana yang bisa dicoba adalah dengan membuat bubur pisang. Atau bisa juga, bayi disuapi pisang yang dikerok menggunakan sendok. Pisang mengandung karbohidrat untuk memberikan energi pada bayi. Namun, buah ini dianjurkan untuk dimakan pagi menjelang siang, atau saat makan siang. Sehingga, tubuh menyerap semua serat, potasium, dan mineralnya, tanpa menghasilkan berat berlebih.




CARA MUDAH MAKAN BUAH

Senangnya aku bisa hadir di event “Cara Mudah Makan Buah Zaman Now” yang diinisiasi oleh Milna Indonesia. Hadir pula sebagai narasumber yaitu dr. Attila Dewanti, Sp.A (K) selaku dokter spesialis anak serta salah seorang konsumen setia Milna sekaligus public figure yaitu Tya Ariestya.

“Pemberian MPASI idealnya terdiri dari 3 porsi makanan utama dan 2 porsi makanan selingan atau snack. Pada menu makanan utama, bisa diutamakan daging dan sayuran sementara untuk menu makanan selingan, buah bisa menjadi salah satu pilihan. Pentingnya pemberian makanan selingan atau snack adalah untuk memastikan agar jumlah asupan dan nutrisi Si Kecil terpenuhi dengan baik. Menu snack juga harus dipastikan agar kaya rasa dan menarik supaya tidak membosankan. Salah satunya contohnya dengan memperkenalkan buah, karena buah memiliki nutrisi tinggi, ragam variasi tekstur, rasa dan terdiri dari bermacam-macam warna dan bentuk yang menarik untuk Si Kecil,” jelas dr. Attila Dewanti, Sp.A (K )selaku dokter spesialis anak.








MILNA NATURE DELIGHT FRUIT PUREE




Sebagai mama millenial yang tetap produktif namun juga menjalankan peran ibu, aku happy banget ketika tau bahwa ada produk pure buah kemasan dari Milna. Salah satu solusi praktis ketika bepergian nih Mom. Berbeda dengan produk yang lain, Milna Nature Delight ini terbuat dari seratus persen buah asli dan tanpa pengawet serta pemanis buatan loh. Ada tiga variasi rasa Milna Nature Delight Fruit Puree yaitu:


HIJAU: Pisang, Stroberi, Apel
ORANGE : Wortel, Apel, Labu
MERAH : Apel, Peach








Milna Nature Delight Fruit Puree ini juga memiliki beberapa keunggulan yaitu: 
  • Terbuat dari buah pilihan
  • Mengandung segala kebaikan buah
  • Rasa yang nikmat dan disukai Si Kecil
  • Dikemas praktis dalam bentuk pouch, cocok untuk berbagai keperluan
  • Tanpa penambahan gula, secara alami mengandung gula





YAY sekarang resmi deh si kecil jadi GEN BAPUR alias Generasi BAwa PUree karena memang sepraktis itu lho. Tinggal dikocok, buka tutupnya lalu berikan pada si kecil deh. Bisa juga menggunakan sendok khusus untuk memudahkan puree masuk ke mulut si kecil. Gimana mom, kalian udah coba? Selengkapnya tentang Milna bisa langsung follow akun Instagram Milna atau website official Milna yaa mom.



  • Share:

You Might Also Like

0 komentar