Hitung Cepat Asupan Serat Anak Untuk Cegah Konstipasi

By katatian - Maret 07, 2020

Ilustrasi kebutuhan serat anak




Hai Moms,

Rasanya lama banget aku absen menulis dan sharing seputar tumbuh kembang anakku.  Padahal ini adalah topik yang selalu aku curhatin di blog. Kalo yang tau dari dulu, I'm a lil bit insecure with my baby weights. Bawaannya tuh parno jika tiba jadwal kunjungan ke posyandu dan kena tatap tajam petugas, "Bu anaknya ini under weight. Tolong diobservasi agar tidak masuk kategori gizi buruk". Tiap dengar ultimatum kayak gitu rasanya ku ingin lari ke hutan dan belok ke pantai Buuu. Merasa gagal banget aku jadi ibu, ga bisa memaksimalkan tumbuh kembang anak. 

Awalnya aku seperti orang linglung, setiap makanan yang aku sodorkan ditolak mentah-mentah oleh Kakak. Mulai dari masakan sederhana seperti Nasi Sayur Sop, sampai masakan tingkat advance yang dimasak oleh ayahnya berupa Baked Lemon Salmon. Nehik, semuanya ga ada yang doi suka. Lalu tebak dia akhirnya mau makan apa? 


Nasi Goreng Merah Buah Naga. 

Iya, buah naga yang biasanya dibikin smoothies itu. Bayangkan buibu, saking doyannya doi sama buah-buahan bahkan menu makanan utama pun mintanya ada unsur buah. Ya ampuuun. Susah payah ibu putar otak scroll kanan kiri cari resep, ternyata dia maunya makan ini. Gampil banget padahal bikinnya cuma modal baput bamer, unsalted butter dan buah naga voilaaaa! Alhamdulillah seporsi piring kecil dia habis tanpa drama. 

Kecintaan anakku pada buah memang cukup berasalan, karena dari awal MPASI aku memang menyodorkan buah sebagai menu pertama. Sampai kini usia toddler pun buah adalah makanan favoritnya. Lebih baik sehari tanpa nasi ketimbang sehari tanpa buah. Bisa uring-uringan doi kalo stok buahnya habis di rumah. Aku juga bersyukur walaupun anakku under weight tapi frekuensi BAB-nya tergolong normal. Setiap hari dia pup dengan konsistensi yang tidak terlalu padat dan tidak terlalu encer. Walaupun belum ada jadwal pasti kapan dia pup, tapi aku cukup lega karena ngga ada gejala konstipasi. 

Mom tau konstipasi, kan? Ituloh kondisi sembelit alias susah BAB. Ngga cuma ibu hamil atau orang dewasa aja lho yang beresiko konstipasi. Bahkan bayi dan anak-anak juga berpotensi mengalami sembelit yang membuat hari-hari jadi ngga nyaman. Tentu kita ngga pengen si kecil merasakan hal tersebut. Nah kali ini aku mau share beberapa informasi yang kudapat saat menghadiri acara bincang-bincang seputar gizi dan serat anak bersama Prof. dr. Hadriul Hegar, P.hD, Sp.A (K) selaku peneliti dari Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia. 




Pada pemaparannya yang menurutku cukup kompleks, Prof. Hegar menyampaikan bahwa dari penelitian di Indonesia terdapat 9 dari 10 anak usia 2 -3 tahun hanya mengkonsumsi rata-rata serat 4,7 gr per hari. Jumlah tersebut cukup jauh dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) yaitu 16%. Lalu apa akibat jika anak kekurangan serat? Salah satunya adalah konstipasi yang ngga bisa dianggap sepele Moms. Menurut Prof. Hegar, "Terganggunya kesehatan saluran pencernaan anak, dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kualitas kesehatan anak di masa depan."


Adapun lima gejala konstipasi yang harus diwaspadai adalah:
  1. Defekasi (frekuensi buang air besar) kurang dari dua kali per minggu
  2. Feses dengan diameter besar, kering, dan keras
  3. Retensi tinja berlebihan. Artinya kebiasaan si kecil yang menahan rasa ingin buang air besar. Biasanya ditandai dengan munculnya sisa feses kering di celana dalam si kecil
  4. Mengejan yang sangat sakit
  5. Massa feses yang besar pada rektum. Di kondisi ini, si kecil merespon dorongan BAB, namun feses tidak bisa keluar dan tertahan di rektum
Kalo misalnya si kecil menunjukkan dua aja dari lima gejala tersebut, Mom harus segera observasi asupannya dan memeriksakan ke tenaga ahli kesehatan yaa. 

Lalu, Kenapa Serat Penting?
Menurut Prof. Hegar, asupan serat yang cukup dapat membantu menyerap air di usus besar, memperbesar volume dan melunakkan konsistensi feses, mempercepat pembuangan sisa makanan dari usus besar, hingga menstimulasi saraf pada rektum agar anak memiliki keinginan untuk BAB. Selengkapnya tentang manfaat serat dan kenapa pencernaan itu harus sehat, sudah pernah aku tulis dan bisa moms baca di sini.

Apa saja nih makanan yang tinggi serat?
Seperti yang sudah sering kita dengar, sayur, buah dan kacang-kacangan mengandung serat yang cukup tinggi jika dikonsumsi secara benar. Daftar makanan yang tinggi serat adalah: 
  • Buah (apel, mangga, jeruk, buah naga, stawberry, dan lain-lain)
  • Sayuran (semakin gelap warnanya, semakin tinggi kandungan seratnya)
  • Kacang-kacangan (kacang hijau, kacang edamame, kacang polong, kacang almond, dan lain-lain)
  • Biji-bijian (whole grain), dan produk gandum
  • Makanan yang diperkaya serat seperti susu tinggi serat.
Bagaimana mengukur asupan serat si kecil?
Dulu sih awal-awal MPASI aku rajin menghitung gramasi makanan anakku, menggunakan timbangan digital. Tapi seiring berjalannya waktu dan si kecil makin gede, aku menakarnya pake perasaan aja. Tapii jangan ditiru ya mom, karena sekarang ada alat yang lebih canggih untuk mengukur seberapa banyak sih serat yang dikonsumsi oleh anak? Namanya Fibre O' Meter dari Danone Specialized Nutrition Indonesia. Alat ini bisa Mom akses di website Bebeclub dan dapat digunakan orang tua untuk menghitung dan memastikan asupan serat harian anak telah terpenuhi.


Menurut Desytha Utami, External Communications Manager for Specialized Nutrition Danone Indonesia, dengan menggunakan fitur  Fibre O Meter, orang tua dapat secara aktif memantau kecukupan serat harian anak dengan mudah. “Caranya hanya dengan memasukkan riwayat menu makanan dan minuman yang telah dikonsumsi Si Kecil dalam satu hari, Fibre O Meter akan membantu memberikan gambaran akan pemenuhan serat Si Kecil dan mendeteksi apakah anak mengalami kekurangan serat,” jelasnya

Apa saja sih kreasi makanan yang tinggi serat?
Aku akhirnya ngecek langsung nih berapa sih jumlah serat yang dikonsumsi anakku. Setelah memasukkan menu makanannya ke Fibre O' Meter, berikut adalah perkiraan asupannya. 




Hasil pengecekan di atas menunjukkan anhka 14 gram. Alhamdulillah angkanya sudah hampir mendekati rekomendasi Kemenkes. Kecuali untuk karbo masih harus ditambah lagi. Oh iya bagi moms yang ingin mencari inspirasi kreasi menu makanan tinggi serat, juga bisa cek tulisanku di halaman ini atau di sini. Semoga anak-anak kita selalu sehat, aktif dan menjadi generasi cemerlang yaa Moms!





  • Share:

You Might Also Like

6 komentar

  1. Aku pun pernah merasakan hal yang sama ketika ke posyandu. Sehat2 terus ya kakak

    BalasHapus
  2. Serat emg d butuhin bgt ya buat tubuh

    BalasHapus
  3. Anakku termasuk yang babnya susah, bingung jg kadang mau kasih apa, makasih pencerahannya mom

    BalasHapus
  4. Serat ternyata jg poerlu buat anak2 ya mom.. dan skrg ad bebelac fibre..senangnya

    BalasHapus
  5. Anakku malah susah makan buah 😭
    Baru tau ada alat pengukur asupan serat, langsung meluncur deh nih 😁

    BalasHapus
  6. Nasi goreng buah naga kesukaan kakak salma. Dia suka nasi Pink. Terima kasih moms informasinya bermanfaat bgt.

    BalasHapus