Pentingnya Asupan Serat Untuk Kesehatan Anak

By katatian - September 16, 2019



Assalamualaikum Moms, 

Gimana kabarnya hari ini? Semoga Mom sekeluarga dalam keadaan sehat, khususnya si kecil yang sedang aktif-aktifnya. Buibu seluruh dunia tentu pengen  dong melihat buah hati tumbuh ceria dan sehat. Oleh karena itu kita harus memastikan asupan nutrisinya tercukupi dan pencernaannya berfungsi baik. Karena jika pencernaan terganggu tentu anak jadi rewel dan jauh dari kata bahagia. 

Mana ada sih ibu yang mau melihat anak menderita? 

Nah kali ini aku akan bercerita tentang pola makan anakku dan fase gerakan tutup mulutnya. Awalnya Kakak mau makan apapun, baik buah, sayur maupun protein hewani dan nabati. Tapi ketika kami travelling dan makan yang aku siapkan ngga berkuah (agar ringkas dan praktis) jadilah pola makan Kakak ikut berubah. 

Maunya hanya makanan kukus seperti ubi dan labu kuning. Nasi putih? Sejak awal MPASI enggga aku paksa untuk makan karena di keluargaku ada riwayat diabetes. Sebagai gantinya aku memilih tepung beras merah organik yang membuat Kakak akhirnya tertarik hanya pada makanan yang berwarna. Hahahah. 

Menginjak usia satu tahun, Kakak yang sudah mulai jago membedakan rasa akhirnya engga mau makan sayur sama sekali. Nasi juga kagak mau lah, karena sudah terbiasa makan yang penuh warna. Mamak putar otak, yaudah  suplai karbo dengan mie sayur. Mau makan sih alhamdulillah, tapi masih belum memenuhi anjuran porsi makan di KMS pink ituu. Kesalahanku adalah kurang konsisten memberikan menu sehat dan ahirnya menyerah pada goreng-gorengan seperti nugget dan kentang goreng. 

Maaf ya nak, waktu itu ibu pikir pokoknya kamu makan.

Lalu apa yang terjadi? Tiap ke Posyandu aku jadi grogi dan engga nyaman karena diberi ultimatum berulang: anak ibu kurang gizi, berat badannya ada di garis kuning. Ditambah lagi dengan sorot mata penuh selidik dari petugas faskes. Rasanya sedih sekali, seolah aku ibu yang gagal mengurus anak. Tapi meskipun berat, aku tetap rutin ke Posyandu dan memantau tumbuh kembang Kakak. Sampai akhirnya suatu saat Kakak sakit demam tinggi hingga 40 derajat dan dilarikan ke Rumah Sakit Anak. 

Longs story short, setelah Kaka diberikan obat penurun panas, aku juga konsultasi ke dsa mengenai keersahanku. Jawaban dokternya sangat menenangkan: jangan paksa anak makan, dia akan makan kalau butuh. Sediakan saja, urusan dimakan atau engga yaa tergantung anak nanti.

Baiklah, jadi mulai hari itu aku bersemangat menyiapkan makanan untuk Kakak. Karena dalam masa penyembuhan demam jadi aku banyak berikan buah yg manis dan mengandung air seperti semangka, pir dan melon. Alhamdulillah makan buah Kakak suka banget. Lalu untuk makanan pokok aku berikan roti gandum dengan telur dan susu. Cemilannya ada biskuit. Dihabiskan setengah dari porsi yang seharusnya, gapapa nak namanya juga belajar makan yaa. 


Yang penting ada seratnya...

Yap,asupan serat adalah yang paling utama untuk menjaga pencernaan Kakak tetap dalam kondisi baik. Makanya dari dulu orang tua selalu mewanti-wanti kita makan sayur dan buah. Ternyata memang manfaatnya segambreng moms, aku pun baru paham ketika dijelaskan oleh dr. Frieda Handayani, Sp.A (K), Konsultan Gastrohepatologi Anak. Alhamdulillah waktu itu beliau mengisi event dengan tema Pemenuhan Asupan Serat Sejak Dini oleh Bebelac Gold di Almond Zucchini Cooking Studio, Jakarta, pada Selasa (3/9).

Hadir tiga narasumber yang keren banget yaitu: 
1. dr. Frieda Handayani K., SpA(K), dokter spesialis anak dan konsultan Gastrohepatologi.
2. Pratiwi Rosalina dari Bebelac Gold.

3. Chef Yuda Bustara, Urban Cook Chef.




Berikut adalah tips bagaimana untuk membuat anak mau makan sayur dan buah:

  • Sejak dalam kandungan, ibu harus mengenalkan janin dengan sayur dan buah 
  • Jika anak menolak, terus berikan anak sayur yang sama selama 5 hingga 15 hari sampai ia lama-lama tertarik untuk makan
  • Tapi jangan cold pressed juice, karena kalau itu cuma diambil sarinya. Kalau mau kaya serat, baiknya dibuat menjadi smoothies, jadi kulitnya juga dimasukan dan dicampur sayur lain. Ibu harus kreatif dan sabar mencoba resep baru 



Selain pemaparan tentang pentingnya serat, Moms juga bisa  mengecek kondisi saluran cerna si kecil di bebeclub.co.id/kalkulatorpencernaan Kalkulator pencernaan sebagai fitur baru yang dipersembahakan oleh Bebelac untuk membantu Moms dalam mengetahui kesehatan saluran pencernaan si kecil. Tak hanya itu saja, di dalam kalkulator pencernaan ini, moms juga jadi bertambah pengetahuannya dalam mengenali saluran cerna anak dan bermacam-macam bentuk feses (pup) anak.






Kebutuhan serat itu tinggi ya, jadi enggak bisa didapat dari semua yang kita makan. Kebutuhan serat bisa dibuat smothies, jadi semua seratnya juga dapat, campuran buah, sayur, dan susu. Jadi value seratnya itu bertambah...

Kabar baiknya, ternyata minum 3 gelas Bebelac GOLD Susu Tinggi Serat akan memenuhi kebutuhan serat harian si kecil (Pratiwi Rosalina). Bebelac GOLD mengandung Advansfibre yang diperkaya dengan fish oil, corn starch FOS:GOS 1:9 dan 13 mineral & 7 mineral.






Tak hanya memberikan edukasi secara teori, tetapi juga para mom diajak untuk praktik langsung membuat menu yang kaya serat untuk anak bersama Chef Yuda Bustara. Chef mengajari kami memasak 3 menu sekaligus. Lalu, setelah itu kami dibagi ke dalam beberapa tim, satu tim masak berisi 3-4 orang. Menu yang kita masak ada tiga:

Vegetable Lasagna

Green Smoothie Bebelac Gold
Overnight Oatmeal Mangga Bebelac





Ketiga menu ini enak semuanya dan cara membuatnya mudah sekali. Yakin sekali anak anak akan menyukainya, karena rasa vegetable atau sayurannya itu gak ada sama sekali. Serius! Yuk cobain masak di rumah, nanti aku tulis resepnya yaa Mom. 



  • Share:

You Might Also Like

0 komentar