Hidup Sehat Tanpa Ancaman Hipertensi

By TIANDARINIE - Mei 23, 2019

Mendengar kata hipertensi, saya sontak teringat kembali masa suram saat kelas 5 SD. Waktu itu, saya kehilangan nenek tersayang karena penyakit hipertensi dan pecahnya pembuluh darah. Sedihnya tidak terbendung, karena sejak usia satu tahun saya memang dirawat kakek dan nenek sementara orang tua bekerja di kota lain. Maka, kepergian nenek yang mendadak, membuat saya trauma berkepanjangan. 

Penyebab awal penyakit nenek pun tidak ada yang tau. Selama ini dia kelihatan baik-baik saja, tidak mengeluh sama sekali. Pola makan dan istirahatnya teratur. Beberapa hari sebelum ajal menjemput, nenek hanya merasa pusing sedikit. Keluarga mengira, beliau hanya kelelahan setelah hadir di acara pernikahan saudara. Siapa sangka hal tersebut adalah tanda-tanda hipertensi yang berakhir fatal. 

Saat nenek meninggal, saya yang masih kecil sama sekali tak mengerti apa itu hipertensi dan pecah pembuluh darah. Orang dewasa di sekitar saya pun tidak ada yang menjelaskan. Saya hanya berpikir bahwa itu adalah penyakit mematikan yang sangat jahat dan merebut nenek dari sisi saya. Beranjak dewasa, saya masih skeptis tentang hipertensi. Kepedulian saya tentang kesehatan baru muncul ketika hamil. Saat itu saya harus rutin mengecek tekanan darah dan didiagnosa hipotensi. Tekanan darah saya kurang dari angka normal. Saya mulai mendapatkan informasi tentang berbagai macam kondisi tekana darah salah satunya adalah hipertensi. 

Beberapa waktu lalu, saya juga berkesempatan hadir dalam acara peringatan "Hari Hipertensi Sedunia 2019. Know Your Number, Kendalikan Tekanan Darahmu Dengan Cerdik" bertempat di Kementrian Kesehatan Indonesia. 

Sebagai narasumber hadir para sosok kompeten di bidang kesehatan yaitu:
  • dr. Cut Putri Arianie, MHKes - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular
  • dr. Tunggul Situmorang, Sp.PD-KGH,FINASIM - Perhimpunan Hipertensi Indonesia
  • dr. Lusiani, SpPD,K-KV,FINASIM - Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia




MENGENAL HIPERTENSI

Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) merupakan masalah kesehatan utama di negara maju maupun berkembang dan menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya. Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum dan paling banyak disandang masyakat. Apa itu hipertensi? hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik> 90 mmHg.

Hipertensi disebut sebagai the silent killer karena sering tanpa keluhan, sehingga penderita tidak mengetahui dirinya menyandang hipertensi dan baru diketahui setelah terjadi komplikasi. Organ organ tubuh yang menjadi target antara lain otak, mata, jantung, ginjal dan dapat berakibat kepada pembuluh darah arteri perifer.

Hipertensi yang tidak mendapat penanganan yang baik menyebabkan komplikasi seperti Stroke, Penyakit Jantung Koroner, Diabetes, Gagal Ginjal dan Kebutaan. Stroke (51%) dan Penyakit Jantung Koroner (45%) merupakan penyebab kematian tertinggi.


PENYEBAB HIPERTENSI

Berdasarkan penyebabnya, hipertensi dapat dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu :

  • Hipertensi essensial atau primer yang tidak diketahui penyebabnya (90%)
  • Hipertensi sekunder yang penyebabnya dapat ditentukan (10%), antara lain kelainan pembuluh darah, ginjal, gangguan kelenjar tiroid (hipertiroid), penyakit kelenjar adrenal (hiperaldosteronisme) dan lain sebagainya

PENCEGAHAN HIPERTENSI


Hipertensi dapat dicegah dengan mengendalikan perilaku berisiko hipertensi. Pola hidup sehat yang dianjurkan untuk mencegah dan mengontrol hipertensi adalah:

  • Gizi seimbang dan pembatasan gula, garam, lemak (dietary approaches to stop hypertension)
  • Mempertahankan berat badan dan lingkar pinggang ideal
  • Gaya hidup aktif atau olahraga teratur
  • Stop merokok
  • Jauhi alkohol
Apabila salah satu anggota keluarga atau kita sendiri sudah didiagnosis hipertensi maka sebaiknya melakukan hal ini:
  • Jangan tambahkan garam di meja makan dan hindari makan asin, makanan cepat saji, makanan kaleng dan bumbu penyedap makanan/vetsin
  • Ukur kadar gula darah, tekanan darah dan periksa urin secara teratur
  • Minumlah obat secara teratur, sesuai instruksi dokter
  • Tekanan darah yang diperiksa harus dicatat sehingga dapat dimonitor tekanan darahnya dengan ketat


Cegah dan Kendalikan Hipertensi dengan CERDIK

Kementerian Kesehatan RI menyampaikan himbauan agar semua pihak baik pemerintah, swasta maupun masyarakat agar:
  • Dapat berpartisipasi dan mendukung upaya mencegahan dan pengendalian hipertensi
  • Menerapkan hidup sehat yang dimulai dari keluarga
  • Mengendalikan faktor risiko hipertensi dengan deteksi dini dan modifitasi gaya hidup dengan menerapkan perilaku CERDIK dan mengendalikan Hipertensi dengan Perilaku PATUH




CERDIK
Cek kondisi kesehatan secara berkala
Enyahkan asap rokok
Rajin aktifitas fisik
Diet seimbang dengan kalori seimbang
Istrihat yang cukup
Kendalikan stres





PATUH
Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter
Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur
Tetap diet sehat dengan gizi seimbang
Upayakan beraktifitas fisik dengan aman
Hindari rokok, alkohol dan zat karsinogenik lainnya

Itulah beberaoa hal yang bisa saya share seputar hipertensi. Mari mulai untuk lebih peduli dan menjaga kesehatan diri kita serta keluarga. Jika bukan kita yang menjaga, lalu siapa lagi? Lebih lanjut informasi mengenai kesehatan bisa langsung diakses pada situs di bawah ini ya Moms..

Website: www.p2ptm.kemkes.go.id
Instagram : @psptmkemenkesri
Facebook: p2ptmkemenkesri
Twitter: @p2ptmkemenkesri

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar