Menjadi Generasi 'Mager' alias Mari Bergerak dan Olahraga

By TIANDARINIE - Desember 13, 2018


Assalamualaikum Mom...

Adakah Moms yang rutin berolahraga setiap hari? Kalo ada, sykurlah. Artinya Moms cukup jago dalam manajemen waktu antara mengurus rumah tangga dan memperhatikan kesehatan. Saya termasuk orang yang jarang berolahraga. Paling hanya jalan kaki pulang pergi pasar dan itupun tidak setiap hari. Alhasil, badan jadi pegal dan bangun pagi dalam kondisi tubuh yang ga fresh. Padahal dulu saya pikir dengan beraktivitas mengurus anak itu sudah sama dengan berolaraga. Ternyata, bergerak saja belum bisa disebut olahraga Moms. Lalu, gerakan seperti apa yang bisa dikatakan berolahraga?



PENTINGNYA OLAHRAGA BAGI KESEHATAN



Beberapa waktu lalu, Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga melakukan kampanye ’Pentingnya Olahraga Bagi Kesehatan’ dengan mengajak masyarakat Indonesia rutin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari. Kebetula salah satu kampanyenya berlokasi di RPTRA Borobudur yang ternyata kids friendly juga loh. Kampanye ini dilakukan sejalan dengan Global Action Plan for Physical Activity dari World Health Organization, yaitu peningkatan kebiasaan hidup sehat dengan aktif bergerak dan penekanan angka sedentari sebesar 10% di tahun 2025 hingga 15% di tahun 2030Pola hidup sedentari adalah kebiasaan-kebiasaan dalam kehidupan seseorang yang tidak banyak melakukan aktifitas fisik atau tidak banyak melakukan gerakan.

Istilah pola hidup sedentari semakin populer ketika dikaitkan dengan masalah kesehatan. Hal ini disebabkan karena pola hidup sedentari dianggap sebagai faktor resiko terhadap berbagai masalah kesehatan populer seperti penyakit jantung dan stroke. Faktor resiko adalah hal-hal yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang menderita suatu penyakit. Pola hidup sedentari juga merupakan faktor resiko terhadap berbagai masalah kelainan metabolisma; seperti: kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, resistensi insulin, obesitas, dsb. Wah bahaya banget ya Moms?

drg. Kartini Rustandi, M.Kes, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga, Kementerian Kesehatan RI mengatakan, “Gaya hidup sedentari telah menjadi isu kesehatan di Indonesia. Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan peningkatan jumlah penduduk Indonesia berusia 10 tahun yang kurang beraktivitas fisik yaitu dari 26,1% menjadi 33,5%. Padahal aktivitas fisik sangat penting karena memiliki banyak manfaat baik bagi tubuh dan memengaruhi kualitas hidup seseorang.”

Lebih lanjut drg. Kartini menjelaskan, ”Untuk mengatasi permasalahan ini, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), yang salah satu fokusnya adalah aktivitas fisik. Selain itu, Kementerian Kesehatan RI juga berupaya untuk membangun 4 pilar sesuai dengan target Global Action Plan for Physical Activity dari World Health Organization, yaitu menciptakan individu aktif; masyarakat aktif; lingkungan aktif; dan sistem aktif. Salah satunya adalah dengan simbolisasi pelemparan bola ’Ayo Indonesia Bergerak’ pada Perayaan Hari Kesehatan Nasional 2018 lalu.”



CARA BEROLAHRAGA YANG BAIK

Dalam kesempatan kali itu, hadir pula dr. Michael Triangto, SpKO yang biasanya disebut dengan Dokter Olahraga. Tugasnya memang untuk mempersiapkan para atlet dalam kejuaraan-kejuaraan bergengsi. Beliau mengatakan, “Meskipun disibukkan dengan rutinitas sehari-hari, sesungguhnya aktivitas fisik dapat dilakukan dengan mudah di rumah, di tempat kerja, maupun di tempat umum. Contoh mudahnya adalah memilih menggunakan tangga dari pada lift, serta mengikuti kegiatan senam di kantor. Meski begitu, aktivitas fisik harus dilakukan dengan prinsip BBTT (Baik, Benar, Terukur, dan Teratur). Baik yaitu aktivitas fisik disesuaikan dengan kondisi fisik dan lingkungan. Benar yaitu aktivitas fisik dilakukan secara bertahap mulai dari pemanasan, latihan inti, dan pendinginan. Terukur yaitu aktivitas fisik dilakukan dengan mengukur intensitas dan waktu latihan. Teratur yaitu aktivitas fisik dilakukan teratur 3 hingga 5 kali dalam seminggu.”



So, bergerak dan berkeringat saja belum bisa dikategorikan sebagai olahraga ya Moms. Makanya penting banget untuk kita para ibu-ibu muda yang ingin tetap terlihat muda, untuk membiasakan berolahraga.

MANFAAT BEROLAHRAGA

1.Meningkatkan sistem otot dan tulang
2.Meningkatkan kerja sistem jantung  paru
3.Memperkuat syaraf  dan otot (koordinasi dan kontrol gerak)
4.Meningkatkan kemampuan dan keterampilan tubuh
5.Membantu proses pemadatan tulang anak
6.Pertahankan dan kontrol berat badan
7.Membantu perkembangan sosial, meningkatkan rasa percaya diri, dan interaksi sosial
8.Meningkatkan konsentrasi belajar dan bekerja
9.Meningkatkan kreativitas, produktivitas dan prestasi akademik


Selain rutin menjalani aktivitas fisik, Kementerian Kesehatan juga menghimbau masyarakat untuk membatasi kegiatan sedentari. Kegiatan sedentari adalah segala jenis kegiatan yang dilakukan di luar waktu tidur, dengan karakteristik keluaran kalori sangat sedikit alias mager gitu deh. So, sekarang tinggal kita memilih mau menjadi generasi malas gerak atau mari gerak? Saya sih mau tetap sehat dan mendampingi tumbuh kembang anak-anak, so yuk kita kemon berolahraga Moms!





  • Share:

You Might Also Like

0 komentar